BATA TAHAN API SK-34

Bata Tahan Api Sk 34 , SK 36, SK 38, dan seterusnya, atau bisa disebut Fire Brick SK-34, Fire Brick SK-38 dan kita sering mendengar hal itu dalam material refractory , sebenarnya apa yang dimaksud dengan SK – tersebut ?.

Fire Brick | Bata Tahan Api

SK (Seger Kegel) adalah Nilai standart untuk menentukan klasifikasi material refractory , temperature kerja maximal ( Max. Service temperature ) , dan identifikasi bahan baku.
Dalam pengujiannya menggunakan pengujian dengan nama Pyrometric Cone Equvalent (P.C.E) dimana bisa diketahui nilai refractoriness nya

Refraktorines adalah kesanggupan bahan refraktori dalam menahan pengaruh temperatur tinggi tanpa mengalami pelarutan.

Pengujian PCE bukan mengindikasikan sebuah definisi titik leleh atau titik peleburan karena pengujian ini bukan sebuah ukuran, tapi hanya sebuah perbandingan dari perlakuan thermal dari sampel uji terhadap standar cone .Pengujian ini digunakan untuk mengevaluasi kualitas refraktori dalam manufaktur dan kontrol kualitas dari produk refraktori. Metode pengujian ini mencakup penentuan titik leleh dari bata tahan api, bata alumina tinggi, silika, dan lain- lain dengan membandingkan cone yang diuji dengan pyrometric cone yang telah distandarkan dan sudah diketahui titik pelunakannya pada suatu kondisi yangterkontrol dengan baik.

Seger Cone

Gambar diatas adalah Metode penyusunan cone dan tampilan setelah pengujian
1. Metode penyusunan cone (Gambar a)
2. Tampilan setelah pengujian (Gambar b)
Standar cone merupakan sebuah piramida yang mempunyai tinggi 30 mm, sisi dasar 8 mm dan permukaan atas mempunyai sisi 2 mm. Setelah dibentuk spesimen uji diletakkan pada pelat atau tatakan yang terbuat dari bahan alumina (Al2O3) dengan tingkat kemurnian tinggi (>95%) dan selanjutnya spesimen uji dimasukkan ke dalam tungku dan dibakar pada temperatur tinggi. Selama proses pembakaran, spesimen uji akan mengalami deformasi dan pembengkokan.

Beberapa cone yang telah disusun berdasarkan nomor urut, cone selanjutnya dilakukan pembakaran, contoh penyusunan cone dapat dilihat pada Gambar diatas.
Temperatur saat mulai terjadinya penempelan bagian atas dari cone menyentuh bagian dasar diambil sebagai dasar perhitungan refraktoriness atau standar melting dari material refraktori. Kejadian ini dicatat sebagai Pyrometric Cone Equivalent (PCE) dari refraktori yang diuji disesuaikan dengan cone standar yang telah mempunyai nomor tertentu atau biasa disebut nilai SK (Seger Kegel) seperti pada Tabel Standar acuan tersebut digunakan untuk pengujian refraktori untuk berbagai jenis bahan refraktori, salah satu tujuan dilakukan tes PCE ini adalah untuk menghindari kesalahan pada saat pembakaran sehingga untuk mengetahui material dengan komposisi baru untuk pembuatan refraktori sebaiknya dilakukan uji PCE terlebih dahulu.

Baca Juga : Bata Tahan Api | Fire Brick

Tabel Persamaan Temperatur Pyrometric Cones Untuk Pengujian Refraktory.

Cone NoEnd Point  oF (oC)Cone NoEnd Point  oF (oC)
122439 (1337)313061 (1683)
132460 (1349)31 ½3090 (1699)
142548 (1398)323123 (1717)
152606 (1430)32 ½3135 (1724)
162716 (1491)333169 (1743)
172754 (1512)343205 (1763)
182772 (1522)353245 (1785)
192806 (1541)363279 (1804)
202847 (1564)373308 (1820)
232921 (1605)383335 (1835)
262950 (1621)393389 (1865)
272984 (1640)403425 (1885)
282995 (1646)413578 (1970)
293018 (1659)423659 (2015)
303029 (1665)

Bata Tahan api SK-34 bisa diketahui nilai Refractorinessnya 1763 oC. tapi apakah itu nilai max. service temperature ? Bukan , nilai Refractoriness ini sebagai dasar untuk menentukan Max. service temperature dengan pengujian yang lain , karena kembali ke makna refractory adalah suatu material yang mampu mempertahankan bentuk fisik dan identitas kimianya jika berhubungan dengan suhu yang tinggi.

untuk lebih detail : cek macam-macam material Refractory  

 

Untuk informasi Teknik &  Harga  , please contact us  +6281330368945 or email: andik@bentengapi.com