CASTABLE C 18

Castable C 18 atau juga dalam product PT. Benteng Api Technic disebut Neocast SC 18 merupakan jenis semen cor tahan api yang merupkan jenis Dense dan type conventional dengan masuk dalam kategori High alumina , yang bisa digunakan sebagai lapisan refractory  pada boiler – boiler , furnace , Incinerator dan sebaginya yang memerlukan jenis Dense  high alumina  atau memerlukan tahan temperature sampai dengan 1750 oC.

Semen Cor Tahan Api / Castable C 18 atau lebih dikenal SC 18 pada Technical data kami adalah material refractory Jenis Dense Semen Cor Tahan Api atau Conventional Semen Tahan Api dari salah satu dari beberapa jenis material Refractory. Proses pembuatan jenis semen cor ini terdiri dari beberapa material dengan material utamanya Alumina Silica .

Untuk informasi Teknik &  Harga  , Kontak kami : +6281330368945 

TECHNICAL DATA NEOCAST CASTABLE C 18

Castable C18

CASTABLE C 18 | SC 18PRODUCT DATA SHEET
No. reff : 1808-1.01.9
FeaturesHigh alumina, dense regular castable.
ApplicationIt is widely used for boiler furnaces, general furnaces, etc.
Max. Service Temperature1750 (oC )
Setting characteristicHydrolic setting
Main Raw MaterialCorrundum Alumina
Max grain size6 (mm)
Min. Time before firing24 hours
Installation methodeCasting & Vibrating
Water addition for mixing( % by weight )5 ~ 6 (%)
Material required  for installation( no allowance for waste )2,87 ( T/M3)
Packaging25 Kg/bag
Storage life9 Months
Thermal Conductivity ( 1 W/m∙k = 0,86 Kcal/m∙h oC )at 1000 o C1,49 (W / m·k)
UnitTYPICAL VALUERANGE
Bulk Density (ASTM C 134)after drying at 110 o C (24 h)(G/cm3 )2,922,88 ~ 2,95
Cold Crushing Strength (CCS)                                         ASTM C 133 ( 1 N/mm2 = 10,2 Kg/cm2 )after drying at 110 o C (24 h)(N/mm2 )8880 ~ 100
after  firing at 1000 o C (5 h)(N/mm2 )7660 ~ 82
after firing at 1300 o C (5 h)(N/mm2 )6860 ~ 80
Modulus of Rupture (MOR)                                     ASTM C 133 ( 1 N/mm2 = 10,2 Kg/cm2 )after drying at 110 o C (24 h)(N/mm2 )1512 ~ 18
after  firing at 1000 o C (5 h)(N/mm2 )1412 ~ 16
after firing at 1300 o C (5 h)(N/mm2 )1918 ~ 24
after drying at 110 o C (24 h)(%)– 0,110 ~ – 0,15
Permanent Linear Change (PLC)                                                        ASTM C 113after  firing at 1000 o C (5 h)(%)– 0,130 ~ – 0,25
after firing at 1300 o C (5 h)(%)– 0,290 ~ – 0,42
A12O3(%)9289 ~ 93
SiO2(%)5,85 ~ 7
Chemical compositionCaO(%)2,52 ~ 3
Fe2O3(%)0,56≤ 0,9
The above data are based on average test results of control laboratory test and are subject to normal variation on individual tests.
These data should not be taken as guarantee results for spesification purposes.

PETUNJUK PEMASANGAN CASTABLE C 18  METODE CASTING

PENYIMPANAN

Castable C 18 atau Semua Jenis Semen Cor tahan Api yang hydraulic setting pada umumnya sangat sensitif terhadap humidity. Maka dari itu harus disimpan di tempat yang kering dan terhindar dari sinar matahari secara langsung atau pada tempat yang suhu ruangannya bekisar 25° ± 5° C dengan humidity 60 ± 10 %.

Apabila material sudah melampui masa simpan yang tercantum dalam kemasan, maka perlu dilakukan pengetesan Physical Properties sebelum material digunakan untuk memastikan material masih layak digunakan.

PERSIAPAN PERMUKAAN AREA KERJA

Pastikan permukaan yang akan dilapisi Semen Cor tahan Api bersih dari berbagai kotoran, debu, oli , dan lain-lain serta semua material lainnya.

MIXING WATER

Air yang digunakan dalam Proses Mixing castable C 18 atau Semua Jenis Semen Cor tahan Api harus menggunakan air bersih yang memenuhi persyaratan sebagai berikut :

PH antara 5,8 – 8,8

Suhu air antara 15-25°C

Kandungan Ca maksimal 300 ppm

Kandungan Cl maksimal 200 ppm

Kandungan Fe maksimal 500 ppm

atau dengan kata lain dengan air yang sekualitas dengan air minum.

Jumlah air untuk mixing maupun nozzle mixing harus diperhatikan dengan mengacu pada Technical Data Sheet (TDS) atau yang tercantum pada masing-masing kemasan.

Hindari pemakaian air yang terlalu sedikit atau terlalu banyak karena bisa menurunkan kekuatan dan shrinkage pada hasil pemasangan.

MIXING

  1. Mixing Castable C 18 atau Semen Cor Tahan Api yang lain harus menggunakan castable mixer jenis Pan mixer atau Paddle mixer dengan Putaran lengan antara 33 – 45 Rpm.
  2. Pastikan bahwa mixer dalam kondisi bersih dan terhindar dari berbagai kotoran, debu, sisa Semen Cor tahan Api lama, dan lain sebagainya sebelum digunakan.
  3. Sebelum dicampur dengan air lakukan dry mixing sekitar 1-2 menit, tambahkan air dengan jumlah ± 90 % dari jumlah yang dipersyaratkan dalam TDS atau kemasan, dan aduk hingga merata dengan waktu antara 2-3 menit.
  4. Cek konsistensi hasil pengadukan dengan metode “Ball in Hand Test”. Jika hasil adukan masih terlalu kering tambahkan air sampai konsistensi hasil pengadukan sesuai yang dipersyaratkan dengan metode “Ball in Hand Test” tersebut.
  5. Penambahan air maksimal 10 % dari jumlah yang dipersyaratkan dalam TDS atau kemasan.
  6. Lama pengadukan tidak boleh lebih dari 5 menit.
  7. Lakukan proses mixing ditempat yang teduh atau terhindar dari sinar matahari secara langsung.

FORMWORK/BEKISTING

Formwork/ bekisting harus kuat secara kontruksi untuk menahan beban pemasangan Semen Cor tahan Api. Material formwork/ bekisting harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air atau tahan terhadap air, seperti : steel plate, plywood yang dilapisi dengan cat atau isolasi tape, dll.

PEMASANGAN DENGAN CASTING

  1. Pastikan anchor terpasang dengan kuat pada dinding shell
  2. Pasang formwork atau bekisting pada area instalasi ssesuai dengan desain, gunakan jack pass atau balok kayu untuk menopang formwork atau bekisting agar tidak jatuh.
  3. Semen Cor tahan Api yang sudah di-mixing harus segera dipasang kedalam formwork atau bekisting dalam waktu kurang dari 30 menit dari final mixing.
  4. Gunakan vibrator saat proses casting untuk mendapatkan hasil casting yang bagus, dengan menggunakan alat stick vibrator atau eksternal vibrator. Hal ini penting dilakukan untuk menimalisir gelembung udara yang terjebak dalam hasil casting. Perlakuan vibrator juga tidak boleh berlebih.

Castable C 18

EXPANSION JOINT

Untuk mengakomodasi pemuaian dan penyusutan lapisan castable C 18 atau castable yang lain saat proses pemasangan, maka pada saat pemasangan castable harus diberikan expansion joint dengan interval 800 – 1500 mm.

Desain expansion joint tidak boleh lurus kedalam, harus berbentuk sambungan “ Z ” atau sesuai refractory lining design dari engineering.

ANCHOR

Pemilihan material anchor harus sesuai dengan spesifikasi atau lining design refractory. Dalam hal menggunakan metalic anchor, ujung anchor harus diberi end cap dari bahan yang mudah terbakar seperti selang, karet, plastic, dll.

Body anchor harus dilapisi dengan bitumen untuk memberikan ruang ekspansi bagi anchor saat terjadi proses pemanasan dalam lapisan refraktori.

CURING

Curing time diberikan selama 12-24 jam setelah pemasangan castable C 18 atau castable yang lain. Dalam proses curing, suhu pada lapisan pemasangan castable harus dijaga pada suhu antara 10°-32° C.

Hindarkan hasil pemasangan castable dari suhu ekstrim yang terlalu dingin atau terlalu panas yang melebihi suhu ruang.

Hindarkan refractory lining dari uap air dengan membuka manhole yang ada sehingga sirkulasi udara dalam ruangan lancar.

Sebelum dilakukan prosedur drying, hindarkan refractory lining dari terkena kontaminan cair atau air.Selama operasional, hindarkan castable refractory yang terpasang terkena air.

DRYING DAN HEATING UP / REFRACTORY DRY-OUT

Setiap lapisan refraktori harus di-dry-out sesuai grafik heating-up yang dipersyaratkan oleh manufaktur. Hal ini untuk memastikan eliminasi moisture didalam castable berjalan sesuai yang dipersyaratkan.

Heating up yang terlalu cepat bisa menyebabkan ikatan castable menjadi rapuh, spalling dan cracking.

Castable C18 atau masih banyak jenis castable yang lain biasanya mempunyai perlakuan yang berbeda-beda. Untuk detail grafik heating up bisa dikoordinasikan dengan bagian engineering   PT. Benteng Api Technic (BAT).

Untuk informasi Teknik &  Harga  , Kontak kami : +6281330368945